Electronic Resource
Finding Soldiers of Peace : Three Dilemmas for UN Peacekeeping Missions
Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang tidak memiliki pasukan penjaga perdamaiannya sendiri, menghadapi tiga dilema ketika mengorganisir misi penjaga perdamaian: meyakinkan negara-negara anggota untuk menyumbangkan pasukan, membujuk negara-negara untuk mengerahkan pasukan dengan cepat, dan mengamankan komitmen pasukan cukup lama untuk mencapai kesuksesan. Kunci untuk mengatasi tantangan ini, menurut Gary Uzonyi, adalah menekankan hubungan antara penjaga perdamaian dan memperlambat arus pengungsi lintas batas. Finding Soldiers of Peace mendukung pendekatan ini, yang menyeimbangkan kepentingan pribadi negara dengan tujuan perlindungan sipil Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Melalui analisis misi penjaga perdamaian PBB pasca-Perang Dingin, khususnya intervensi di Mali dan Sudan, Uzonyi menunjukkan bagaimana negara-negara anggota sering mengaitkan retorika perlindungan sipil dengan upaya mencegah pengungsi yang didorong konflik menyeberang ke wilayah mereka. Kebijaksanaan konvensional menyatakan bahwa negara-negara anggota terutama terlibat dalam pemeliharaan perdamaian untuk alasan pembayaran atau kemanusiaan. Uzonyi membuktikan sebaliknya, membantu cendekiawan dan praktisi lebih akurat memprediksi negara anggota mana yang paling mungkin untuk mengirim dukungan, di mana negara dapat mengirim bantuan, kapan mereka mungkin terlibat, ukuran kontribusi mereka, dan jadwal mereka untuk pergi.
Penelitiannya mempromosikan strategi praktis untuk organisasi dan pelaksanaan misi masa depan yang memastikan negara-negara anggota tetap berinvestasi dalam hasilnya. Eksplorasi yang kaya akan data tentang respons PBB terhadap krisis kemanusiaan, Finding Soldiers of Peace menunjukkan bagaimana pembuat kebijakan dan praktisi dapat menyusun strategi yang lebih baik dalam pelaksanaan misi penjaga perdamaian PBB di antara pemangku kepentingan yang beragam, dan bahkan kontroversial.
No copy data
No other version available